AgenQQ QQ Online Terpercaya Indonesia
AgenQQ QQ Online Terpercaya Indonesia
Pemerkosaan Hot Wanita Yang Berujung Kenikmatan

Pemerkosaan Hot Wanita Yang Berujung Kenikmatan

Pemerkosaan 0 Comment

Sebut saja namaku Yani. Sudah dua tahun lebih aku bekerja sebagai seorang pembantu di keluarga Pak Indra, seorang kepala desa yang sangat dihormati oleh warga setempat. Dan selama itu pulalah aku merasakan pahit-manis’y menjadi seorang pembantu, termasuk manis’y di perkosa.

AGEN QQ – Malam itu udara terasa panas, sampai-sampai aku susah sekali untuk tidur. Baru setelah aku ganti pakaian dengan daster tipis dan me’ylakan kipas angin, barilah aku bisa tertidur. Dalam tidur aku sempat bermimpi, Pak Yanto, yang merupakan sopir pribadi keluarga Pak Indra, datang menemuiku. Lucu’y, Pak Yanto datang menemuiku dalam keadaan telanjang bulat.

AGEN BANDARQQ – Meskipun usia’y sudah paruh baya, dan berbadan agak pendek, namun beliau masih memiliki postur tubuh yang kekar dan berotot. Khas orang desa yang suka bekerja keras. Dan yang membuatku geli adalah “batang Penis” yang menggantung indah di pangkal paha’y. Ih…, begitu menggemaskan.Perlahan-lahan beliau mendekatiku dan langsung meremas remas buah dadaku yang telah terbuka bebas. Entah kenapa belaian Pak Yanto terasa begitu ‘yta, seperti bukan dalam mimpi. Bahkan ketika bibir tebal’y mulai melumat kupingku aku sempat tersentak dan perlahan-lahan terjaga dari tidurku.

Namun betapa terkejut’y aku saat mengetahui apa yang sebenar’y terjadi. Ter’yta apa yang aku rasakan tadi bukan sekedar mimpi. Dihadapanku ter’yta benar-benar ada sosok Pak Yanto yang memeluk tubuhku.”Pak Yanto…! Apa yang Bapak lakukan…?” Aku mendorong tubuh Pak Yanto kuat-kuat sehingga dia terjengkang ke belakang. Segera aku menutupi tubuhku yang ter’yta juga ‘yris telanjang dengan selimut.”Tenang, Yan! Sudah lama aku memendam nafsuku terhadapmu…!” Kembali Pak Yanto mencoba merengkuh tubuhku. Namun kembali aku mendorong tubuh’y kuat-kuat ke belakang.”Pergi…!” bentakku.”Atau saya akan teriak!”Silahkan teriak! Percuma saja kamu teriak. Karena tidak akan ada orang yang mendengarmu.

Apa kamu lupa, Pak Indra dan keluarga tadi sore sudah berangkat ke Bandung untuk liburan! Jadi lebih baik kamu turuti saja keinginanku!”Pak Yanto tersenyum sinis.Aku semakin ketakutan ketika Pak Yanto kembali mendekatiku. Segera saja aku melompat dari ranjang dan mencoba berlari ke arah pintu dengan kondisi telanjang. Namun sial! Aku kalah cepat dengan Pak Yanto. Dengan cepat, ia menyergapku dari belakang dan menghimpitkan tubuhku ke arah dinding. Kedua tangan’y mencengkeram kuat lenganku ke atas tembok, sedangkan kedua kaki’y mengunci kakiku sehingga aku sulit untuk bergerak. Aku mencoba untuk meronta sekuat tenaga. Namun percuma, tenaga Pak Yanto memang jauh lebih kuat dibandingkan tenagaku yang ha’y seorang wanita.

Semakin kuat aku meronta, semakin kuat cengkeraman Pak Yanto di Tubuhku.”Tolong, Pak! Lepaskan saya!” aku menangis dan mengemis kepada Pak Yanto. Namun percuma saja. Beliau tidak mendengarkan perkataanku. Bahkan dengan liar Pak Yanto menghunjamiku dengan ciuaman maut’y. Lama kelamaan tanagaku terkuras habis. Tubuhku menjadi lemas. Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Yang bisa aku lakukan ha’ylah pasrah dan menuruti aturan main’y Pak Yanto.Perlahan-lahan cengkeraman Pak Yanto mulai mengendor.

Perlakuan’y yang semula kasar mulai melunak dan berubah menjadi lembut. Bahkan aku mulai masuk dalam permainan’y ketika dengan lembut Pak Yanto mulai menggesek-gesekkan batan kejantanan’y ke atas pahaku. Seketika itu kakiku terasa lemas dan lunglai. Aku tak kuat lagi menopang berat badanku sendiri, sehingga aku mulai terkulai. Namun dengan sigap, Pak Yanto segera menangkap tubuhku, mengangkat’y lalu membopongku ke atas ranjang.Sesaat terlintas di wajah Pak Yanto sebuah senyum kemenangan. Kemudian dengan lembut ia mulai melumat bibirku. Entah kenapa aku tidak kuasa untuk menolak’y. Bahkan ada dorongan kuat dari dalam diriku untuk membalas lumatan’y itu.

“Nah…, begitu dong Yan! Kalau begini kan lebih enak!” kata Pak Yanto senang.Aku tersenyum tersipu-sipu.”Bapak benar, mungkin lebih baik saya menuruti bapak dari pertama tadi. Lagipula, sudah lama juga saya tidak mendapatkan sentuhan laki-laki”Kembali Pak Yanto tersenyum senang.”Trus, ngapain kamu tadi pake coba berontak, Yan?””Tadi saya cuma kaget saja. Di balik penampilan bapak yang bersahaja, kok tega-tega’y bapak mencoba memperkosa saya. Tapi…, ah sudahlah! Yang pentingkan sekarang saya sudah menjadi milik Bapak!”Kembali Pak Yanto mulai mencumbuku. Ciuman’y mulai merambat melalui leherku kemudian turun ke buah dadaku.

Kumis tebal’y yang kasar me’ypu kulit dadaku sehingga menimbulkan sensasi tersendiri yang semakin membuatku serasa terbang ke angkasa.Ciuman dan jilatan Pak Yanto terus bergerak turun. Sementara tangan kiri’y meremas-remas buah dadaku, tangan kanan’y tengah sibuk di pangkal pahaku membuat pilinan-pilinan yang kurasa nikmat.”Oh…, Pak Yanto! Jangan siksa aku seperti ini!” rengekku.Pak Yanto tidak memperdulikan ucapanku. Justru ia malah menyibakkan rumput-rumput liar yang menghalangi pintu goa darbaku.”Wah…, Yan! Indah sekali memiaw kamu. Warna’y merah muda dengan bau’y yang semerbak. Oh…, sungguh mempesona. Bagaikan sekuntum mawar merah yang tengah merekah di pagi hari. Pasti kamu merawat’y dengan baik. Oh…,

Yan! Aku suka sekali dengan memiaw yang seperti ini…!”Perlahan-lahan Pak Yanto menjulurkan lidah’y dan me’ypu permukaan klitorisku. Terasa kasar, memang. Tapi nikmat!”Ayolah, Pak…! Ouhh…, aku sudah tidak tahan lagi. Aku terus mengemis kepada Pak Yanto. Namun dia terus mempermainkan emosiku. Akhir’y aku mencari inisiatif lain.Aku mencoba menggerayangi tubuh kekar Pak Yanto sambil mencari-cari buah terong yang menggantung di pangkal paha’y.Dan tidak susah bagiku untuk menemukan buah terong sebesar itu. Dengan lembut dan manja, aku mulai mengocok batang kont*l Pak Yanto di sertai dengan pijatan-pijatan yang membuat beliau merem melek.

Perlahan aku membimbing kont*l’y menuju ke memiawku yang sudah basah. Namun dengan nakal, Pak Yanto ha’y menempelkan dan menggesek-gesekkan ujung kepala kont*l’y di atas bibir vaginaku. Terasa geli, memeng. Tapi sensasi yang aku rasakan terasa begitu nikmat. Belum pernah aku merasakan yang seperti ini.”Oh…, Pak Yanto! Ayolah….aku udah nggak tahan lagi…, cepet masukin dong!”Aku sudah tak bisa tahan diperlakukan seperti itu. Perlahan aku menaikkan pantatku ke atas untuk me’ymbut kejantanan Pak Yanto yang sudah ngaceng.

Kemudian aku menekan pantat Pak Yanto ke bawah supaya kont*l itu bisa masuk dengan sempurna.”Aaarrrghhh…!” aku menjerit kecil ketika batang kont*l Pak Yanto yang besar itu menembus liang vaginaku. Awal’y terasa seret dan perih, karena ukuran k*ntol Pak Yanto memang besar dan panjang bila dibandingkan dengan milik suamiku. Namun setelah buah terong itu tertanam beberapa saat di dalam liang vaginaku, rasa perih itu perlahan berubah menjadi rasa nikmat.Perlahan-lahan Pak Yanto mulai mengayunkan pantat’y naik dan turun.

”Hooohh.., Pak! Ssstt…, enak Pak!” aku jadi ngomong tak karuan.”A…yo, Yan!Goyangkan ju…ga pan..tatmu! Ooohhh…!”Aku menuruti kata Pak Yanto. Kucoba untuk mengikuti irama dan gerakan-gerakan nikmat yang dilakukan Pak Yanto. Gesekan-gesekan halus antara batang kont*l Pak Yanto dengan dinding vaginaku terasa begitu nikmat.”Ohhh…, Yan! Ya…begitu…! Te…rus…goyangkan pantatmu! Uuuhh…, oohh…, yes…!”Pak Yanto tampak begitu menikmati permainan kami. Kulihat wajah’y menengadah dengan mata terpejam, seolah meresapi sedotan dari vaginaku. Sesekali dari bibir’y terdengar lenguhan dan desisan kenikmatan.Akupun juga menikmati sodokan-sodokan mantap batang k*ntol Pak Yanto. Bahkan aku memeluk tubuh kekar Pak Yanto dengan erat. Seolah tak ingin berhenti dari permainan itu. Keringat mengalir deras melalui pori-pori tubuh kami, sehingga dada bidang Pak Yanto yang berbulu lembut tampak mengkilat karena basah oleh keringat.

Pemerkosaan Hot Wanita Yang Berujung KenikmatanAku tidak me’yngka, ter’yta di usia’y yang mencapai setengah abad itu, Pak Yanto masih memiliki stamina yang prima. Sampai-sampai aku kewalahan menghadapi goyangan dan sodokan maut’y. Hingga akhir’y aku merasakan ada sesuatu yang berdenyut dari dalam rahimku.”Ooohh…, Pak! Saya…, mau ke..luar…!Ssshhhtt…, Arrhhhggg…!” Aku tidak kuat lagi menahan sesuatu yang mendesak keluar dari dalam rahimku. Namun Pak Yanto masih terus mengayunkan kont*l’y keluar masuk dan menusuk-nusuk goa darbaku. Dan beberapa saat kemudian, aku juga merasakan batang k*ntol Pak Yanto mulai berdenyut-denyut didalam vaginaku. Pemerkosaan Hot Wanita Yang Berujung Kenikmatan

Baca Juga Pemerkosaan Lainnya

Sampai akhir’y….”Aaaoouuhhh…, Yan! Nikmat bangeet!”Cairan putih kental menyembur deras dari ujung tongkol Pak Yanto. Pak Yanto pun kemudian menjatuhkan diri ke sisi tubuhku. Nafas’y tampak terengah-engah dan terlihat kecapean.”Oh…, Pak Yanto! Bapak memang benar-benar hebat. Sudah lama saya tidak merasakan nikmat seperti ini. Terima kasih ya Pak!” Aku memeluk tubuh Kekar Pak Yanto. Kusandarkan kepalaku di dada bidang Pak Yanto sambil mengelus-elus bulu-bulu lembut yang berbaris rapi sampai ke pangkal paha’y. Dengan lembut pula Pak Yanto membelai rambutku yang sedikit oleh keringat. Ah…, ter’yta diperkosa itu tidak selama’y tidak enak. Kali ini justru aku mengharapkan’y lagi….

YUK GABUNG DI  AGEN JUDI DOMINOIDR ONLINE POKER DOMINO UANG ASLI TERPERCAYA

DominoIdr Agen Terpercaya

Author

Leave a comment

Back to Top