AgenQQ QQ Online Terpercaya Indonesia
AgenQQ QQ Online Terpercaya Indonesia
2 Saudara Tiriku Membutuhkan Kepuasan Sex Setiap Hari

2 Saudara Tiriku Membutuhkan Kepuasan Sex Setiap Hari

Kebutuhan sex 0 Comment

Ini ceritaku sebelum’y, kenalkan dulu namaku Toni. Di saat SMA kelas 3, adalah waktu disaat aku tinggal bersama ayah tiri. Ibu memutuskan menikah karena tdk tahan hidup menjanda. Tanpa di sangka’y ayah tiriku pu’y 2 anak perempuan yg keren dan seksi abis, yg 1 sekolah’y sama dgnku, nama’y Linda dan yg satu’y lg sudah kuliah, nama’y Lisa. Si Linda sangat bagus sekali kalau dijdkan bintang iklan obat pembentuk tubuh, ya untuk si Lisa paling bagus untuk iklan BH dan suplemen payudara.

Sejak pertama saya tinggal, saya selalu Berimajinasi bahwa dapat memiliki mereka, tapi imajinasi itu selalu pudar oleh berbagai hal. Dan siang ini kebetulan tdk ada orang di rumah selain aku dgn Linda, ini juga aku sedng kecapean karena baru pulang sekolah. “Lin! kalo ada perlu sama aku, aku di kamar ya,” teriakku sambil menuju kamar. Aku langsung menghidupkan komputerku dan karena aku sedang suntuk, aku mulai deh search situs porno kesayganku, tapi enggak lama Linda masuk ke kamarku sambil bawa buku’y, kelihatan’y dia mau ta’y pelajaran. “Ton, kemaren kamu udah catet Biologi belom, aku pinjem dong!” kata’y dgn suara manja. Tanpa peduli’u aku ke komputerku yg sedng menjalankan film BF, aku ambilkan Linda bukuku yg jarak’y sekitar 2m dgn komputerku itu.

Baca Juga : Agen Domino Online Terpercaya

“Lin..! nich buku’y, kemarenan aku udah catet,” kataku.
Linda tdk melihatku tapi malah terpaku melihat Film BF di 2 Saudara Tiriku Membutuhkan Kepuasan Sex Setiap Harikomputerku.
“Lin.. kamu bengong aja!” kataku pura-pura tdk tahu.
“Eh.. iya, Ton kamu nyetel apa tuh! aqu bilangin bonyok loh!” kata Linda.
“Heh… barusan kau kan juga liat, udah,,, kamu suka juga kan,” balas aku.
“Kiita nonton bareng aja, tenang aja aku bisa tutup mulut kok,” ajakku berharapkan peluang.
“Bener nich, kamu gak bilang?” kata’y ragu.
“Smpah deh!” kataku sambil menyodorkan dia kursi.

Linda mulai serius menonton tiap adegan, sedngkan aku sendiri serius menatap tubuh’y.
“Lin, sebelum’y kamu pernah nonton bokep gak?” ta’yku.
“Pernah, noh aku pu’y VCD-‘y,” jawab’y.
Gila juga nich cewek, diam-diam nakal juga.
“Kalau ML?” ta’yku lg.
“Belom,” kata’y, “Tapi… kalo sendiri sihh sering.”
Semakin berani saja aku, yg ada dalam pikiranku sekarang cuma ML sama dia. Bagaimana cara’y agar “Toni Junior” bisa puas, tdk peduli saudara tiri, yg penting nafsuku hilang.

Melihat dada’y yg turun-naik karena terangsang, aku jd semakin terangsang, dan batang kemaluanku pun makin tegang.
“Lin, kamu terangsang yah, ampe nafsu gitu nonton’y,” ta’yku memancing.
“Iya nih Ton, bentar yah aku mau ke kamar mandi dulu,” kata’y.
“Eh… ngapain ke kamar mandi, nih liat!” kataku menunjuk ke bagian celanaku.
“Kasihanilah Toni kecil ini,” kataku.
“Pikiran kamu jangan yg tdk-tdk deh,” kata’y sambil meninggalkan kamarku.
“Tenang aja, rumah lg sepi, aku tutup mulut deh,” kataku memancing.

Dan ter’yta tdk ia peduli, bahkan terus menuju ke kamar mandi sambil tangan kanan’y meremas-remas buah dada’y dan tangan kiri’y menggosok kemaluan’y, dan hal inilah yg membuatku tdk menyerah. Langsung kukejar dia, sesaat dia mau masuk kamar mandi, langsung kutarik tangan’y, kupegang kepala’y lalu kemudian langsung kucium bibir’y. tadi’y dia menolak tapi dia pasrah pada akhirnya, dan menikmati ciumanku dengan lidahku. “Kau akan dapat pengalaman yg paling memuaskan dariku,” kataku, kemudian terus kulanjutkan mencium’y. Tangan’y membuka baju sekolah yg masih kami kenakan dan juga ia membuka BH-‘y dan meletakkan tanganku di atas dada’y, keke’ylan dada’y sangat berbeda dgn gadis lain yg pernah kuraba.

Perlahan ia membuka rok’y, celanaku dan celana dalam’y. “Kita ke dalam kamar yuk!” ajak’y setelah kami berdua sama-sama bugil, “Terserah kaulah,” kataku, “yg penting kau akan kupuaskan.” Tak kusangka ia berani menarik kontolku sambil berciuman, dan perlahan-lahan kami berjalan menuju kamar’y. “Ton, kamu tiduran deh, kita pake ‘69’ mau tdk?” kata’y sambil mendorongku ke kasur’y. Dan menindihku, dan didekatkan memek’y ke mukaku sambil kontolku diemut’y, aku pun mulai mencium-cium memek’y yg sudah basah itu, dan aroma kewanitaan’y membuatku bersemangat untuk langsung memainkan klitoris’y.

Tidak segan2 setelah kumasukkan lidahku, klitoris’y kutemukan langsung aku hisap dan menjilat’y, kadang juga kumainkan dgn lidahku, sementara tanganku di bagian dada’y. Tak lama ia melepaskan emutan’y. “Jangan hentikan Ton… ahh… percepat Ton, aku mau keluar nich! ahh… ahh… aahhh… Ton… aku ke.. luar,” kata’y berbarengan dgn menyemprot’y cairan kental dari memek’y. Dan kemudian dia lemas dan tiduran di sebelahku.

“Lin, sekali lg yah, aku belum keluar nich,” pintaku.
“bntar dulu yah, aku lg capek nich,” jelas’y.
Sama sekali aku tidak perduli kata2’y, langsung aku mulai mendekati memek’y.
“Lin, sekrng aku masukin yah,” kataku sambil perlahan ku masukkan kontolku.
Kelihatan’y Linda sedng tdk sadarkan diri, dia ha’y terpejam coba untuk beristirahat. memek Linda masih sempit sekali, kontolku dibuat cuma diam mematung di pintu’y. Perlahan kubuka dgn tangan dan terus kucoba untuk memasukkan’y, dan akhir’y berhasil kontolku masuk setengah’y, kira-kira 7 cm.

2 Saudara Tiriku Membutuhkan Kepuasan Sex Setiap Hari

“Jangan Ton… entar aku hamil!” kata’y tanpa berontak.
“Kamu udah mens belom?” ta’yku.
“Udah, baru kemaren, emang kenapa?” kata’y.
Sambil aku masukkan kontolku yg setengah, aku jawab perta’yan’y,
“Kalau gitu kamu kagak bakal hamil.”
“ahh… ahh… ahh…! sakit Ton, a.. ahh… ahh, pelan-pelan, aah… aahh… aahhh…!” kata’y berteriak nikmat.
“Tenang aja cuma sebntar kok, Lin mending doggy style deh!” kataku tanpa melepaskan kontol dan berusaha memutar tubuh’y.
Dia menuruti perkataanku, lalu mulai kukeluar-masukan kontolku ke memek’y dan kurasa ia mulai merasa bernafsu kembali, karena diliat dari ia merespon gerakan sodokkanku dgn menaik-turunkan pinggul’y.

“ahh… a… aa ahh…” teriak’y.
“Sakit. lg Ton… a.. aa… ahh…”
“Tahan aja, cuma sebntar kok,” kataku sambil terus bergoyg dan meremas-remas buah dada’y.
“Ton,. ahh pengen… ahh.. a… keluar lg Ton…” kata’y.
“Tunggu sebntar yah, aku juga pengen nich,” balasku.
“Cepetan Ton, enggak tahan nich,” kata’y semakin menegang.
“A… ahh… aahhh…! yah kan keluar.”
“Aku juga Say…” balasku semakin kencang memainkan’y dan spermaku pun tertembak di dalam memeknya.

Kucabut kontolku dan aku melihat seprei, apakah ada darah’y atau tdk? tapi te’yta tdk.
“Lin kamu enggak perawan yah,” ta’yku.
“Iya Ton, dulu waktu lg masturbasi nyodok’y kedaleman jd’y pecah deh,” jelas’y.
“Ton ingat loh, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita aja.””Oh tenang aja aku bisa dipercaya kok, asal lain kali kamu mau lg.”
“Siapa sih yg bisa nolak ‘Toni Junior’,” kata’y mesra.

Setelah waktu itu setdk’y seminggu sekali aku selalu ML dgn Linda, terkadang aku yg memang sedng ingin atau terkadang jg Linda yg sering ketagihan, yg asyik sampai saat ini kami selalu bermain di rumah tanpa ada seorang pun yg tahu, kadang tengah malam aku ke kamar Linda atau sebalik’y, kadang juga saat siang pulang sekolah kalau tdk ada orang di rumah.

Tapi kali ini kelihatan’y Linda lg ingin, sewaktu di sekolah ia terus menggodaku, bahkan ia sempat membisikkan kepadaku untuk ML siang ini di rumah, tp malang’y siang ini ayah dan ibu sedng ada di rumah sehingga kami tidak melakukan’y. jadi aku berjani pada’y nanti malam aku akan ke kamr’y, dan dia berkata iya, dia berkata yg penting aku bisa ML dengnku malam ini.

Di saat malam’y ayahku belum tidur, kulihat sedng asyik menonton bola di TV, dan aku pun tidur-tiduran sembari menunggu ayahku tertidur, tetapi malah aku yg tertidur duluan. Aku bermimpi, aku sedng dikelitiki sesuatu dan berusaha aku tahan, tapi kemudian sesuatu menindihku sampai aku sesak napas dan langsung terbangun.

“Linda! apa Ayah sudah tidur?” ta’yku melihat ter’yta Linda yg menindihiku dgn keadaan telanjang.
“kamu nakal Ton, sedari tadi aku menunggumu, kamu tdk datang-datang jg. kamu tau, sekarang sudah jam dua, dan ayah sudah tidur sejak jam satu tadi,” kata’y mesra sambil memegang kontolku karena ter’yta celana pendekku dan CD-ku telah dibuka’y.
“Di sini yg nakal kamu, bangunin kek apa permisi gitu,” kataku.
“Bukan’y kamu udah banung, kamu gak sadar ya, tuh liat udah siap kok,” kata’y sambil ditunjuk’y kontolku.
“Aku emut yah.”
Emutan’y kali ini terasa berbeda, terasa begitu pengisapan yg kelaparan.
“Lin jngn cepet-cepet dong, kasian ‘Toni Junior’ dong!”
“Aku udah kepengen berat Ton!” kata’y lg.
“Mending seperti biasa, kita pake gaya ‘69′ kan kita sama-sama enak,” kataku sembil berputar tanpa melepaskan emutan’y lalu sambil terus diemut.
Dan langsung aku menilat memek’y yg sudah basah sambil tanganku ini mengoyak-oyak tete’y yg semakin keras, terus kuhisap memek’y dan mulai kumasukkan lidahku untuk mencari keberadaan klitoris’y.
“Aahh… ahhh…” desah’y ketika kutemukan klitoris’y.
“Ton! kamu pinter banget nemuin itilku, a.. ahhh.. ahh..”
“kamu juga makin pinter manjain ‘Toni kecil,” kataku lg.
“Ton, kali ini kita tdk usah ba’yk-ba’yk yah, aa.. ahhh..” kata’y sambil mendesah.
“Cukup sekali aja nembak’y, taapi… sa.. ma.. ss.. sa… ma… maa ac… ahh…” kata’y sambil menikmati jilatanku.
“Tapi Ton aku.. ma.. u.. keluar nich! ahh.. a… aahh…” kata’y sambil menegang kemudian mengeluarkan cairan dari memek’y.

“Kayak’y kamu harus dua kali deh!” kataku sambil merubah posisi.
“Ywdah deh, tp sekarang kamu masukin yah,” kata’y lg.
“Bersiaplah aku akan masukkan sekarang,” kataku sambil mengarahkan kontolku ke memek’y.
“Siap-siap yah!”
“Ayo deh,” kata’y.
“ahh… a… ahh…” desah’y ketika kumasukkan kontolku.
“Pelan-pelan dong!”
“Ini udah pelan Lin,” kataku sambil mulai bergoyg.
“Lin, kamu udah terangsang lg belom?” ta’yku.
“bentar lg Ton,” kata’y mulai menggoygkan pantat’y untuk mengimbangiku, dan melingkarkan tanga’y di kepalaku dan memitaku untuk sambil mencium’y.

“Sambil bercumbu dong Ton!”
Sebelum disuruh dua kali aku langsung mncumbu’y, dan aku betul-betul menikmati permainan lidah’y yg semakin mahir.
“Lin kamu udah pu’y pacar belom?” ta’yku.”Aku udah tapi baru habis putus,” kata’y sambil mendesah.
“Ton pacar aku itu enggak tau loh soal beginian, cuma kamu loh yg beginian sama aku.”
“ahh yg bener?” ta’yku lg sambil mempercepat goygan.
“ahh.. be.. ner.. kok Ton, a.. aa… ahh.. ahhh,” kata’y terputus-putus.
“Tahan aja, atau kamu mau udahan?” kataku menggoda.
“Jangan udahan donk, aku baru aja dibikin kamu terangsang lg, kan kagak enak kalau udahan, ahhh… aa… ahh… aku percepat yah Ton,” kata’y.

Kemudian mempercepat gerakan pinggul’y.
“Jadi kamu udah bisa merasakan enak ya, Ton tar lg kayak’y aku bakal keluar deh,” kataku me’ydari bahwa sepermaku sudah mengumpul di ujung.
“ahhh… ahh… Ton tar lg nih.”
“Tahan Ton!” kata’y sambil mengeluarkan kontolku dari memek’y dan kemudian menggulum’y sambil tangan’y mamainkan klitoris’y.
“Aku juga Ton, bantu aku cari klitorisku dong!” kata’y menarik tanganku ke memek’y.
Sambil kontolku terus dihisap’y kumainkan klitoris’y dgn tanganku dan…
“ahhh… a… ahhh… ahhh… ahh…” desahku sambil menembakkan spermaku dalam mulut’y.
“Aku juga Ton…” kata’y sambil menjepit tanganku dalam memek’y.
“ahh… ah… aa.. ahh…” desah’y.

“Aku tidur di sini yah, nanti bangunin aku sekitar jam lima sebelum ayah bagun,” kata’y sambil menutup mata lalu tertidur, di sampingku.
Di waktu menunjukan jam lima pagi aku bangun dan membangunka’y, kemudian ia bergegas ke kamar mandi dan mempersiapkan diri untuk sekolah, begitu juga dgnku. yg aneh siang ini tdk seperti biasa’y Linda tdk pulang bersamaku karena ia ada les private, sedngkan di rumah cuma ada Mbak Lisa, dan aneh’y siang-siang begini Mbak Lisa di rumah memakai kaos ketat dan rok mini seperti sedng menunggu sesuatu.

“Siang Ton! baru pulang? Linda mana?” ta’y’y.
“Linda lg les, kata’y bakal pulang sore,” kataku, “Loh Mbak sendiri kapan pulang? kata’y dari Solo yah?”
“Aku pulang tadi malem jam tigaan,” kata’y.
“Ton, semalam kamu dikamar teriak ada apa?”
Waduh, seperti’y Mbak Lisa dengar suara’y si Linda semalam.
“ahh tdk kok, cuma ngigo,” kataku sambil berlalu ke kamar.
“Ton!” panggil’y, “Nonton VCD yuk ton, nonton sendirian Mba males,” kata’y dari kamar’y.
“Ton tar!” kataku sambil berjalan menuju kamar’y, “Ada film apa Mbak?” ta’yku sesampai di kamar’y.
“Liat aja, nanti juga tau,” kata’y lg.
“Mbak lg nungguin seseorang yah?” ta’yku.
“Mbak, lg nungguin kamu kok,” kata’y datar, “Tuh liat film’y udah mulai.”

“Loh inikan…?” kataku melihat film BF yg diputar’y dan tanpa meneruskan kata-kataku karena melihat ia mendekatiku. Kemudian ia mulai mencium bibirku.
“Soal td malem Mba udah tau kok,” kata’y, “Kamu mau ngelayanin aku juga kan, untuk soal pengalaman akau lebih dai Linda.”
Waw rejeki nomplok, emang gak dikasih libur kalo soal beginian.”
“Aku ini adik yg berbakti Mba, masak nolak sich,” godaku dengan berseling’y tanganku masuk ke rok mini’y dan merogoh halus memek’y, sedngkan tangan kiriku masuk ke kaus’y dan memencet-mencet payudara’y yg super besar.
“Kamu pinter deh, tapi sayg kamu nakal, pinter cari kesempatan,” kata’y menghentikan ciuman’y dan melepaskan tanganku dari dada dan memek’y.
“Mbak mau ngapain, kan lg asyik?” ta’yku.”Kamu kagak sabaran yah, Mbak buka baju dulu terus kau juga, biar asikkan?” kata’y sambil membuka baju’y.

Aku juga tak mau ketinggalan, aku mulai membuka bajuku sampai pada akhir’y kami berdua telanjang bulat.
“Bagus bangettubuh Mbak,” kataku dngan melihat tubuh’y yg benar2 tidak ada cacat dari atas s/d ujung kaki’y yg putih dan mulus, putih mulus dan sekal.
Tangn kanan’y yg menuju kontolku untuk mengarahkan ke memek’y dengan berdiri. sambil dia mencumbuku.
“Aku udah enggak tahan Ton,” kata’y.
Kuhalangi kontolku dgn tangan kananku dan tangan kiri memainkan memeknya dngn cepat.
“Nanti dulu ahh, beginikan lebih asik.”
“ahh… kamu nakal Ton! pantas si Linda mau,” kata’y mesra.baca juga foto bugil abg terbaru

“Ton…! Mbak…! lg dimana kalian?” terdengar suara Linda memanggil dari luar.
“Hari ini aku di pulangkan karna guru les tdak masuk, kalian dimana sich?” ta’y’y sekali lg.
“Masuk Lin, di sini kita lg pesta nich,” kata Mbak Lisa.
“Mbak! Entar kalau Linda tau gimana?” ta’yku.
“Ton jangan panggil Mbak, panggil aja Lisa,” kata’y dan ketika itu aku melihat Linda di pintu kamar sedng membuka baju.
“Lis, aku ikut yah!” pinta Linda sambil memainkan memek’y.
“Ton kamu kuat nggak?” ta’y Lisa.
“Tenang aja aku kuat kok, lgan kasian tuch Linda udah terangsang,” kataku.
“Lin cepet sinih emut ‘Toni Junior’,” ajakku.

Tanpa menolak Linda langsung datang mengemut kontolku.
“Mending kita tiduran, biar aku dapet memekmu,” kataku pada Lisa.
“Ayo deh!” kata’y kemudian mengambil posisi.
Lisa meletakkan memek’y di atas kepalaku, dan kepala’y menghadap memek Linda yg sedng mengemut kontolku.
“Lin, aku maenin memekmu,” kata’y.
Dengan tidak ada’y jawaban’ dari linda langsung dia mainkan memek’y. Dan belanjut di akhir Lisa menegangkan paha’y, dan… “ahh… a… aahh… aku keluar…” kata’y sambil menyemprotkan cairan di memek’y.

“Sekarang ganti Linda yah,” kataku.
Kemudian aku bangun dan mengarahkan kontolku ke memek’y dan masuk perlahan-lahan.
“ahh… aahh…” desah Linda.
“Kamu curang, Linda kamu masukin, kok aku tdk?” kata’y.
“Abis kamu keluar duluan, tapi tenang aja, nanti abis Linda keluar kamu aku masukin, yg penting kamu merangsang dirimu sendiri,” kataku.
“yg cepet dong goyg’y!” keluh Linda.
Kupercepat goyganku, dan dia mengimbangi’y juga.
“Kak, aah… tar lg gaant… a… ahh.. gaantian yah, aku.. maau keluar ah… aa… a… ahh…!” desaah’y, dan alnsung tertidur tak berdaya lemas.

“Ayo Ton tunggu apa lg!” kata Lisa sambil mengangkang mampersilakan kontolku untuk mencoblos’y.
“Aku udah terangsang lg.”
Tanpa menunggu lama aku langsung mencoblos’y dan mencumbu’y.
“Gimana enak kontolku ini?” ta’yku.
“kontol kamu kepanjangan,” kata’y, “tapi enak!”.
“Kayak’y kau nggak lama lg deh,” kataku.
“Sama, aku juga enggak lama lg,” kata’y, “Kita keluarin sama-sama yah!” terang’y.
“Di luar apa di dalem?” ta’yku lg.
“ahh… a… aahh… di.. dalem… aja…” kata’y tdk jelas karena sambil mendesah.
“Maksudku, ah.. ahh.. di dalem aja… aah… ahh… bentar lg…”
“Aku… keluar… ahh… ahhh… ahh…” desahku sambil menembakkan spermaku.
“ahh… aahh… aku… ahh.. juga…” kata’y sambil menegang dan aku merasakan cairan membasahi kontolku dalam memek’y.

Akhir’y kami bertiga tertidur di lantai dan kami bangun pada saat bersamaan.
“Ton aku mandi dulu yah, udah sore nich.”
“Aku juga ahh,” kataku.
“Ton, Lin, lain kali lg yah,” pinta Lisa.
“Itu bisa diatur, asal lg kosong kayak gini, ya nggak Ton!” kata Linda.
“Kapan aja kalian mau aku siap,” kataku.
“Kalau gitu kalian jangan mandi dulu, kita main lg yuk!” kata Lisa mulai memegang kontolku.

Akhir’y kami main lg sampai malam dan kebetulan ayah dan ibu telepon dan mengatakan bahwa mereka pulang’y besok pagi, jd kami lebih bebas bermain, lg dan lg. Kemudian hari selanjutya kami sering bermain saat situasi seperti ini, kadang tengah malam ha’y dgn Lisa atau ha’y Linda. Oh bapak tiri, ter’yta selain harta ba’yk, kamu juga pu’y dua anak yg siap menemaniku kapan saja, oh nikmat’y hidup ini. 2 Saudara Tiriku Membutuhkan Kepuasan Sex Setiap Hari

YUK GABUNG DI  AGEN JUDI DOMINOIDR ONLINE POKER DOMINO UANG ASLI TERPERCAYA

DominoIdr Agen Terpercaya

Author

Leave a comment

Back to Top